Marine Science

Posted on: April 14, 2010

RESUME MATERI EKOLOGI LAUT TROPIS

Ekologi berasal dari bahasa yunani yaitu oikos=rumah dan logos=ilmu. Yang berarti ekologi itu adalah ilmu yang mempelajari interaksi antar sesama mahkluk hidup dan mahkluk hidup dengan lingkungannya. Sedangkan ekologi bahari merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk yang hidup di dalam/di sekitar daerah perairan dengan lingkungan perairan yang ditinggalinya, yang mana juga dipelajari bagaimana cara untuk mencapai keseimbangan antara keduanya.
Ekologi ini sangat berhubungan erat dengan beberapa faktor, yaitu:
• habitat: tempat berkumpulnya mahkluk hidup dalam suatu ekosistem.
• relung: merupakan kegiatan yang dilakukan mahkluk hidup didalam suatu habitatnya.
• adaptasi: penyesuaian mahkluk hidup terhadap lingkunganny yang senan tiasa berubah. Adaptasi di bedakan menjadi adaptasi fisiologis, morfologis, kultural.
• evolusi: peroses perubahan pada mahkluk hidup baik berupa jenis ataupun sifatnya dan itu memerlukan waktu yang lama.
• konsep relung atau (niche) : sama seperti relung yaitu kegiatan atau peranan suatu mahkluk hidup terhadap suatu komunitasya. Konsep ini dikembangkan oleh charles elton (1927)
• suksesiprimer: dimana suatu mahkluk hidup mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupannya. Sedangkan sekunder terjadi pada saat komunitas yg ada mulai mengalami masalah yang besar. Seperti kebakanran hutan.
• Faktor pembatas: merupakan faktor-faktor yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan mahkluk hidup itu sendiri. Contohnya faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan yang berperan sebagai sifat toleransi faktor pembatas minimum dan faktor pembatas maksimum, pertama kali dinyatakan oleh V.E. Shelford. Kemudian dikenal dengan “hukum toleransi Shelford”.

siklus biogeokimia merupakan suatu siklus senyawa kimia yang mengalir dari komponen biotik dan abiotik dan kemudian kembali lagi ke kompenen biotik. komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.

Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus fosfor.

SIKLUS NITROGEN

Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.

Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02- ), dan ion nitrat (N03- )

SIKLUS FOSFOR

Di Alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawafosfat organik(pada tumbuhandan hewan)dan senyawa fosfata norganik (padaairdantanah).

Fosfat organik dari hewan dantumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut diairtanah ata Ada beberapa cara nutrien masuk kedalam ekosistem maupun keluar dari ekosistem tersebut. Nutrien akan masuk kedalam ekosistem dengan cara wethering, atmospheric input, biological nitrogen fixation dan immigration. Sedangkan untuk keluar dari ekosistem nutrien jg mempunyai beberapa cara, yaitu dengan cara erosion, leaching, instrusi, gasseous losses (pembuanganny berupa gas), amigration dan harvesting.

SIKLUS CARBON DAN OKSIGEN

Di atmosfer terdapat kandungan CO2 sebanyak 0.03%. Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik. Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi.

konsep pengelolaan wilayah pesisir dan lautan di indonesia ini sangat banyak sekali, tetapi dari kebanyakan konsep yang telah di buat, terdapat satu konsep yang paling di prioritskan yaitu kosep integrated coastal zone management,  yang  isinya   berbunyi “pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat dikawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (comprehensive assessment)”
Potensi Sumber daya Alam di indonesia khususnya di daerah pesisir dan laut sangat lah besar, apalagi indonesia ini dikenal sebagai negara kepulauan, sekitar 17.000 pulau terdapat di indonesia. Salah satu contoh sumberdaya alamnya yaitu terumbu karang, perlu diketahui Luas terumbu karang di indonesia mencapai 60.000 km², namun dari keseluruhan itu hanya 6,2% saja yang kondisinya baik, sisanya dalam kondisi sedang dan banyak juga yang rusak, hal tersebut dikarenakan oloeh aktivitas manusia juga di daratan. Padahal terumbu karang ini mempunyai banyak sekali manfaatnya yaitu berperan penting bagi pertumbuhan sumberdaya perikanan, mencegah terjadinya pengikisan pantai , bisa juga sebgai daya tarik wisata bahari, secara global terumbu karang juga berfungsi sebagai pengendapan kalsium yang mengalir dari sungai ke laut.

Pada terumbu karang ini terdapat banyak sekali ancaman yang dapat menyebabkan terumbukarang itu rusak, yaitu: pencemaranm minyak dan industri, sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang, peningkatan suhu permukaan laut, buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik dll.
Selain terumbu karang ada juga lamun. Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya tenggelam di dalam laut. Padang lamun ini juga merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang tinggi. Fungsi ekologi yang penting dari padang lamun ini yaitu sebagai feeding ground, spawning ground, nursery ground untuk beberapa jenis hewan yg hidup disana. Sedang kan untuk fungsi ekonomi yaitu sebagai penghasil kayu untuk bahan bangunan, kayu bakar, bahan baku arang, obat-obatan, tanin, energi/biofuel dan terakhir sebagai pariwisata. Banyak sekali ancaman untuk padang lamun itu sendiri salah satunya adalah pengerukan dan pengurungan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, lahan tambah,pertanian, pelabuhan, industyri dan saluran navigasi, pencemaran limbah industri, dan pembuangan sampah organik.

Oleh karena itu kita sebagai manusia yang peduli akan kelestarian laut terutama di indonesia, wajib untuk menjaganya dari beberapa ancaman di atas. Menurut kepmen LH no.200 tahun 2004 kondisi lamun yang baik itu hanya tinggal 60% dan sisanya dalam kondisi rusak. Untuk mengukur apakah lamun itu rusak atau tidak yaitu dengan metode transek garis atau line intercept transect (LIT) dan petak contoh (transek plot).

Penulis :
IRMAN EKA SEPTIARUSLI                230210080046
ALFIAN NURRACHMAN                      230210080071

1 Response to ""

[…] Posted in Marine Ecology at 1:09 pm by Irman Eka Septiarusli RESUME MATERI EKOLOGI LAUT TROPIS […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

ALFIAN – kelautan 08

date

April 2010
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

pengunjung

  • 4,608 orang

twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: